Senin, 28 Mei 2012

pendidikan terhadap anak

Anak Kita adalah Amanah Anak adalah karunia-Nya yang terlahir fitrah. Kitalah yang akan menjadikannya Muslim, Yahudi atau Nasrani. Kita pulalah yang membentuknya menjadi apa kelak, melalui pendidikan. Adalah Mu’awiyah marah kepada anaknya Yazid, lalu mengasingkannya. Ahnaf penasihatnya berkata, ”Ya Amirul Mukminin, anak-anak kita adalah buah hati dan tulang punggung kita. Kita ini bagaikan langit yang teduh bagi mereka dan bagaikan bumi yang rata. Dengan keberadaan mereka, kita dapat memperoleh kejayaan. Kalau mereka marah, hiburlah dengan sabar. Kalau mereka meminta, berilah. Jika tidak meminta sesuatu, tawarilah. Jangan engkau perlakukan mereka dengan kasar dan kejam, sehingga mereka tidak betah bersanding denganmu, bahkan mendo’akan kematianmu.” Sejak mendengar nasihat bijak itu, Mu’awiyah memperbaiki sikapnya terhadap anak-anaknya. Maka salah satu solusi paling tepat, untuk menghindari kekerasan pada anak adalah memperkuat fungsi keluarga. Ayah sebagai pemimpin keluarga dan ibu sebagai pengasuh dan pengelola keluarga. Dan sebagai orangtua, sepantasnya kita memenuhi hak-hak anak. Orangtua, selain memberikan makanan bergizi untuk pertumbuhan kecerdasan dan fisik anak, juga memenuhi kebutuhan non fisik anak. Berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan dan pembinanan yang bersifat religius secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Pada suatu kesempatan, para sahabat Rasulullah mengajukan pertanyaan, ”Ya Rasulullah, kami telah mengetahui hak orangtua, kemudian apakah hak kami padanya?” Jawab Rasulullah, ”Hendaklah orangtua memberikan nama yang bagus dan mendidik dengan baik,”(Riwayat Baihaqi). Pada riwayat lain, Rasulullah bersabda, “Tidak ada pemberian orangtua yang paling berharga kepada anaknya dari pada pendidikan akhlak mulia,”(Riwayat Bukhari). sumber: http://naturalcrystalx-wanitacantik.blogspot.com/2012/05/peranan-orang-tua-dalam-mendidik-anak.html

0 komentar:

Poskan Komentar